RaphaelJS merupakan salah satu pure javascript library yang sekarang sedang naik daun. Dmitry sebagai pembuatnya, memberikan presentasi yang luar biasa pada JSConf kemarin dan setelah diperkenalkan secara luas, hampir semua orang yang mencobanya memang sangat terpesona.
Beberapa posting tentang RaphaelJS juga cukup banyak dikunjungi kog. Salah satunya tulisan Trotter Cashion yang mengulas tentang kecintaanya pada library kecil ini yang kemudian dilanjutkan dengan artikel baru tentang percobaannya menggunakan Raphael plus beberapa hack kecil.
Untuk membuat sebuah abstraksi panah misalnya, JQuery telah memiliki plugin sendiri. Nah, untuk RaphaelJS, kita cukup menulis beberapa baris fungsi saja! Luar biasa.
Raphael.fn.arrow = function (x1, y1, x2, y2, size) {
var angle = Math.atan2(x1-x2,y2-y1);
angle = (angle / (2 * Math.PI)) * 360;
var arrowPath = this.path(“M” + x2 + ” ” + y2 + ” L” + (x2 - size) + ” ” + (y2 - size) + ” L” + (x2 - size) + ” ” + (y2 + size) + ” L” + x2 + ” ” + y2 ).attr(“fill”,”black”).rotate((90+angle),x2,y2);
var linePath = this.path(“M” + x1 + ” ” + y1 + ” L” + x2 + ” ” + y2);
return [linePath,arrowPath];
}
Contoh lebih nyata, silakan lihat contoh luar biasa dari om Thomas Fuch berikut: http://pepsicozeitgeist.com/trends


Staff BPTIK Unnes, dan freelance programmer beberapa aplikasi berbasis VB6, PHP-MySQL, Java untuk Sistem Informasi, Plugin WordPress dan Plugin MOODLE. Bebas aktif sebagai Gusdurian, Nahdliyin dan simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa dan Penggemar musik-musik karya Freddy Mercury QUEEN, Ahmad Dhani DEWA19 dan Piyu PADI serta penonton serial TV Stargate SG1, Ancient Aliens dan Mythbusters.
No Comments on “Raphael++”
You can track this conversation through its atom feed.